Sabtu, 16 Februari 2013

Dear kawan,
Pernah dengar ngga bahwa sertralin (suatu obat anti depresan) bisa digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini pada pria? Atau bahwa ketotifen (suatu anti histamin) sering diresepkan sebagai perangsang nafsu makan untuk anak-anak? Atauamitriptilin (suatu obat anti depresi juga) dipakai untuk mengobati nyeri neuropatik? Ini adalah contoh-contoh penggunaan off-label. Apa tuh penggunaan obat off-label?
Obat Off-label
Penggunaan obat off-label adalah penggunaan obat di luar indikasi yang disetujui oleh lembaga yang berwenang. Lembaga berwenang itu kalau di Amerika adalah Food and Drug Administration (FDA), sedangkan di Indonesia adalah Badan POM. Tetapi karena umumnya obat-obat yang masuk ke Indonesia adalah obat impor yang persetujuannya dimintakan ke FDA, maka bisa dibilang bahwa indikasi yang dimaksud adalah indikasi yang disetujui oleh FDA.
Perlu diketahui bahwa sebelum obat dipasarkan, mereka harus melalui uji klinik yang ketat, mulai dari fase 1 sampai dengan 3. Uji klinik fase 1 adalah uji pada manusia sehat, untuk memastikan keamanan obat jika dipakai oleh manusia. Uji klinik fase 2adalah uji pada manusia dengan penyakit tertentu yang dituju oleh penggunaan obat tersebut, dalam jumlah terbatas, untuk membuktikan efek farmakologi obat tersebut. Uji klinik fase 3 adalah seperti uji klinik fase 2 dengan jumlah populasi yang luas, biasanya dilakukan secara multi center di beberapa kota/negara. Jika hasil uji klinik cukup meyakinkan bahwa obat aman dan efektif, maka produsen akan mendaftarkan pada FDA untuk disetujui penggunaannya untuk indikasi tertentu.  
Mengapa obat digunakan secara off-label?
Satu macam obat bisa  memiliki lebih dari satu macam indikasi atau tujuan penggunaan obat. Jika ada lebih dari satu indikasi, maka semua indikasi tersebut harus diujikan secara klinik dan dimintakan persetujuan pada FDA atau lembaga berwenang lain di setiap negara. Suatu uji klinik yang umumnya berbiaya besar itu biasanya ditujukan hanya untuk satu macam indikasi pada keadaan penyakit tertentu pula. Nah… seringkali,…ada dokter yang meresepkan obat-obat untuk indikasi-indikasi yang belum diujikan secara klinik.  Itu disebut penggunaan obat off-label. Atau bisa jadi, obat mungkin sudah ada bukti-bukti klinisnya, tetapi memang tidak dimintakanapproval kepada lembaga berwenang karena berbagai alasan (misalnya alasan finansial), maka penggunaannya juga dapat digolongkan penggunaan obat off-label.
Penggunaan obat-obatan off-label cukup banyak terjadi. Seperlima dari semua obat yang diresepkan di Amerika adalah bersifat off-label. Dan pada obat-obat untuk gangguan psikiatrik, penggunaan obat off-label meningkat sampai 31%.  Contohnya risperidon, yang diindikasikan sebagai obat antipsikotik untuk pengobatan penyakit skizoprenia/sakit jiwa, banyak digunakan untuk mengatasi gangguanhiperaktifitas dan gangguan pemusatan perhatian pada anak-anak, walaupun belum ada persetujuan dari FDA untuk indikasi tersebut. Selain itu, uji klinik biasanya tidak dilakukan terhadap anak-anak, sehingga diduga 50-75% dari semua obat yang diresepkan oleh dokter anak di AS adalah berupa penggunaan off-label, karena memang indikasinya untuk penggunaan pada anak-anak belum mendapat persetujuan FDA.
Mengapa dokter meresepkan obat off-label?
Bisa jadi karena obat-obat yang tersedia dan approved tidak memberikan efek yang diinginkan, sehingga dokter mencoba obat yang belum disetujui indikasinya. Beberapa alasannya antara lain adalah adanya dugaan bahwa obat dari golongan yang sama memiliki efek yang sama (walaupun belum disetujui indikasinya), adanya perluasan ke bentuk yang lebih ringan dari indikasi yang disetujui, atau perluasan pemakaian untuk kondisi tertentu yang masih terkait (misalnya montelukast untuk asma digunakan untuk Penyakit paru obstruksi kronis), dll. Atau memang dokternya ingin coba-coba walaupun belum ada bukti klinik yang mendukung.
Penggunaan obat off-label yang sering terjadi adalah pada pengobatan kanker.Sebuah studi tahun 1991 menemukan bahwa sepertiga dari semua pemberian obat untuk pasien kanker adalah off-label, dan lebih dari setengah pasien kanker menerima sedikitnya satu obat untuk indikasi off-label. Sebuah survei pada tahun 1997 terhadap sebanyak 200 dokter kanker oleh American Enterprise Institute dan American Cancer Society menemukan bahwa 60% dari mereka meresepkan obat off-label. Hal ini karena umumnya uji klinik untuk obat kanker dilakukan pada satu jenis kanker tertentu, sehingga indikasi yang disetujui adalah hanya untuk jenis kanker tertentu. Tetapi kenyataannya, dokter sering mencoba obat kanker tersebut untuk jenis kanker yang lain yang belum disetujui penggunaannya. Maka ini termasuk juga penggunaan obatoff-label.
Apa saja contoh penggunaan obat off-label?
Penggunaan obat off-label sendiri ada dua jenis. Yang pertama, obat disetujui untuk mengobati penyakit tertentu, tapi kemudian digunakan untuk penyakit yang sama sekali berbeda. Misalnya amitriptilin yang disetujui sebagai anti depresi, digunakan untuk mengatasi nyeri neuropatik. Yang kedua, obat disetujui untuk pengobatan penyakit tertentu, namun kemudian diresepkan untuk keadaan yang masih terkait, tetapi di luar spesifikasi yang disetujui. Contohnya adalah Viagra, yang diindikasikan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria, tetapi digunakan untuk meningkatkan gairah sexual buat pria walaupun mereka tidak mengalami impotensi atau disfungsi ereksi.
Beberapa contoh lain penggunaan obat off-label antara lain adalah:
  • Actiq (oral transmucosal fentanyl citrate), digunakan secara off-label untuk mengatasi nyeri kronis yang bukan disebabkan oleh kanker, meskipun indikasi yang disetjui oleh FDA adalah untuk nyeri kanker.
  • Carbamazepine, suatu obat anti epilepsi, banyak dipakai sebagai  mood stabilizer
  • Gabapentin, disetujui sebagai anti kejang dan neuralgia (nyeri syaraf) post herpes, banyak dipakai secara off-label untuk gangguan bipolar, tremor/gemetar, pencegah migrain, nyeri neuropatik, dll.
  • sertraline, yang disetujui sebagai anti-depressant, ternyata banyak juga diresepkan off-label sebagai pengatasan ejakulasi dini pada pria.
Golongan obat yang sering digunakan secara off-label
Dan masih banyak lagi, yang mungkin pada satu negara dengan negara lain terdapat jenis-jenis penggunaan obat off-label yang berbeda. Beberapa golongan obat populer yang sering dipakai off-label antara lain adalah obat-obat jantung, anti kejang, anti asma, anti alergi, dll. seperti tertera dalam gambar.
Apa pentingnya mengetahui ini?
Penggunaan obat off-label sah-sah saja dan seringkali bermanfaat. Bisa jadi bukti klinis tentang efikasinya sudah ada, tetapi belum dimintakan approval kepada lembaga berwenang karena berbagai alasan. Tetapi perlu diketahui juga bahwa karena obat ini digunakan di luar indikasi yang tertulis dalam label obat, maka jika obat memberikan efek yang tidak diinginkan, produsen tidak bertanggung-jawab terhadap kejadian tersebut. Kadang pasien juga tidak mendapatkan informasi yang cukup dari dokter jika dokter meresepkan obat secara off label. Dan jika terdapat penggunaan obat off-label yang tidak benar, maka tentu akan meningkatkan biaya kesehatan. Faktanya banyak penggunaan obat off-label yang memang belum didukung bukti klinis yang kuat. Lebih rugi lagi adalah bahwa obat-obat yang diresepkan secara off-label umumnya tidak dicover oleh asuransi, sehingga pasien harus membayar sendiri obat yang belum terjamin efikasi dan keamanannya.
Bagi sejawat apoteker, pengetahuan tentang obat-obat off-label sangat penting untuk memahami pengobatan seorang pasien. Jika dijumpai suatu obat yang nampaknya tidak sesuai indikasi, sebaiknya tidak serta merta menyatakan bahwa pengobatan tidak rasional (atau malah bengong karena bingung… hehe), karena bisa jadi ada bukti-bukti klinis baru mengenai penggunaan obat tersebut yang belum dimintakan persetujuan dan masih dalam tahap investigational. Sejawat apoteker perlu memperluas wawasan dan selalu meng-update pengetahuan mengenai obat-obat baru maupun bukti-bukti klinis baru yang sangat cepat perkembangannya.
Demikian sekilas info, semoga bermanfaat bagi Anda semua...

Sumber : Blog bu Zulies
Kamis, 07 Februari 2013
Ass. wrwb.
info bagi yang minat Farmasi klinik dan komunitas
Yth. Seluruh TS Apoteker

Dalam rangka Dies Natalis ke-50 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyelenggarakan kursus

Pharmacotherapy Review Program for Advanced Clinical Pharmacy Practice
20 - 22 Maret 2013
Hotel Bumi Surabaya, Jl. Jend. Basuki Rahmat 106-128 Surabaya – Jawa Timur

Terakreditasi IAI 20 SKP

Materi kursus dikembangkan oleh the American College of Clinical Pharmacy (ACCP) dengan model review farmakoterapi yang komprehensif dan metode case-based approach (identifikasi dan penyelesaian patient care problems). Oleh karena itu kursus ini bertujuan memberikan pharmacotherapeutics updates terkait disease states dan terapi untuk meningkatkan keilmuan dan kemampuan praktek Apoteker.

Peserta:
a) Apoteker Praktisi di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Apotek
b) Apoteker di Institusi Pendidikan Farmasi (Akademisi) dan Instansi Pemerintah
c) Pengurus Organisasi Profesi Farmasi

Bentuk kursus:
1) Seminar atau kuliah materi live ACCP Updates in Therapeutics®
20-22 Maret 2013 di Hotel Bumi Surabaya
Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama
Pembicara:
- G. Robert DeYoung, Pharm.D., BCPS
- Brian Hemstreet, Pharm.D., BCPS
- Alan H. Lau, Pharm.D., FCCP
- Zachary A. Stacy, Pharm.D., BCPS
Materi:
Nephrology, Endocrinology, Biostatistics and Clinical Trial Design and Interpretation, Infectious Diseases in the Ambulatory Care and Inpatient Settings, Cardiology, Gastrointestinal Diseases, Pulmonary Diseases

2) Home study
Materi kursus tersedia online di www.accp.com (username dan password diberikan pada peserta yang telah membayar biaya kursus), meliputi:
- Course book
- Materi lengkap kursus the Updates in Therapeutics® di Amerika
- Power point presentation (with audio)

Biaya Kursus Rp. 3.000.000,-

Registrasi Online Peserta dan Informasi Lebih Lanjut diwww.accpcourseindonesia.com

Batas Akhir Registrasi dan Pembayaran 28 Februari 2013

Mohon informasi ini dapat disebarluaskan kepada rekan Apoteker lainnya.

Bila ada hal yang kurang jelas, silahkan menghubungi kami melalui email atau telepon tersebut di bawah.

Terima kasih atas perhatian yang diberikan dan kami tunggu partisipasi anda pada kursus ini.

Salam,

Dr. Suharjono, MS., Apt.

Chairman of the Organizing Committee
Pharmacotherapy Review Program for Advanced Clinical Pharmacy Practice
Faculty of Pharmacy Airlangga University
Dharmawangsa Dalam Surabaya 60286, Indonesia
Phone: +62-31-5033710
Fax: +62-31-5020514
E-mail: accpcourse@yahoo.com
www.accpcourseindonesia.com
Sabtu, 02 Februari 2013

Mengenal Thalasemia
Untuk ukuran awam, istilah Thalasemia mungkin masih cukup jarang terdengar. Padahal, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak penderita penyakit kelainan darah yang bersifat diturunkan secara genetik dan banyak terdistribusi di Asia ini, dan data yang ada juga pernah menyebutkan ada sekitar ratusan ribu orang pembawa sifat thalasemia yang beresiko diturunkan pada anak mereka, serta data lain yang menemukan bahwa 6-10% penduduk kita merupakan pembawa gennya.

Untuk ukuran awam, istilah Thalasemia mungkin masih cukup jarang terdengar. Padahal, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak penderita penyakit kelainan darah yang bersifat diturunkan secara genetik dan banyak terdistribusi di Asia ini, dan data yang ada juga pernah menyebutkan ada sekitar ratusan ribu orang pembawa sifat thalasemia yang beresiko diturunkan pada anak mereka, serta data lain yang menemukan bahwa 6-10% penduduk kita merupakan pembawa gennya.

Penderita thalasemia mayor yang kerap dipadankan dengan istilah thalasemia saja di negara kita sendiri sudah tercatat sekitar lima ribu diluar yang belum terdata atau kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Angka penderita dunia, sementara, jauh lebih besar dengan bandingan anggapan bahwa setiap tahunnya ada seratus ribu penderita baru yang lahir dari pasangan pembawa gen.

Sulitnya pilihan pengobatan dimana pasien biasanya membutuhkan transfusi darah terus menerus untuk memperpanjang hidup, dan tidak sempurnanya kesembuhan yang dicapai membuat kita mungkin perlu sedikit memberi perhatian lebih pada penyakit ini.

Sekilas Tentang Thalasemia
Penyakit thalasemia merupakan suatu kelainan darah bersifat genetik dimana kerusakan DNA akan menyebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah penderitanya serta mudah rusak sehingga kerap menyebabkan anemia.

Pusat dari mekanisme kelainan ini terletak pada salah satu gen pembentuk hemoglobin pada sel darah merah manusia, yang sekaligus juga berfungsi utama sebagai pengangkut oksigen.
Terkait dengan sifat genetik yang diturunkan pendahulunya ini, dikenal istilah 'thalasemia trait' (pembawa sifatnya).

Sebagaimana orang-orang normal, individu-individu pembawa gen ini sama sekali tidak menunjukkan adanya suatu gejala. Masalah yang lebih serius akan terjadi bila sang pasangan juga merupakan seorang pembawa sehingga lebih berpotensi melahirkan anak dengan thalasemia mayor yang nantinya akan memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidupnya.

Tindakan transfusi ini pun bukan merupakan suatu terapi penyembuh namun hanya bersifat suportif dalam mengurangi gejala dan punya resiko menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh pula, yang lebih lanjut bisa menyebabkan pembengkakan hati dan limpa.

Secara singkat, penjelasannya meliputi keadaan hemoglobin yang mengandung zat besi (Fe). Kerusakan sel darah merah pada penderita thalasemia akan mengakibatkan zat besi tertinggal di dalam tubuh dan bisa menumpuk dalam organ tubuh seperti jantung dan hati dan lama kelamaan akan mengganggu fungsi organ lainnya, selain juga bisa akibat suplai darah merah dari transfusi, dan ini menjadi penyebab kematian utama dari penderita thalasemia, terutama akibat penumpukan pada jantung.

Selain berpotensi menghasilkan keturunan penderita thalasemia mayor dan juga minor, pasangan pembawa gen ini juga berpotensi lebih besar dalam menghasilkan keturunan berupa thalasemia trait tadi, sehingga dikhawatirkan dapat menambah jumlah penderita secara cukup pesat.

Gejala thalasemia sendiri cukup bervariasi tergantung dari derajat kerusakan gen yang terjadi seperti anemia dengan gejala tambahan pucat, sulit tidur, lemas, kurang nafsu makan atau infeksi yang kerap berulang, kemudian juga jantung yang dipaksa bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin, serta penipisan atau perapuhan tulang karena sumsum tulang juga berperan penting dalam memproduksi hemoglobin tersebut.

Pada tampilan yang khas, penderita thalasemia sering memiliki batang hidung melesak ke dalam yang dikenal juga dengan istilah 'facies cooley' dan merupakan salah satu tanda khas thalasemia mayor.

Ada dua jenis thalasemia yang dikenal berdasarkan gejala klinis dan tingkatan keparahannya,
yaitu thalasemia mayor dimana kedua orang tuanya merupakan pembawa sifat, serta thalasemia minor dimana gejalanya jauh lebih ringan dan sering hanya sebagai pembawa sifat saja.

Pada thalasemia mayor gejala dapat muncul sejak awal masa anak-anak dengan kemungkinan bertahan hidup terbatas.

Beberapa kasus yang ditemukan selama ini juga membuat munculnya penggolongan yang lebih baru, yaitu thalasemia intermedia dimana kondisinya berada di tengah-tengah kedua bentuk tersebut.

Deteksi Dini dan Penatalaksanaan
Skrining thalasemia yang sekarang mulai marak dengan banyaknya info dan publikasi mengenai penyakit ini dikenal dengan cara elektroforesis (analisis Hb) serta cara lain yang lebih baru yaitu HPLC (High Performance Liquid Chromatography) karena dianggap lebih akurat dengan keunggulan lainnya.

Deteksi dini terhadap penyakit ini sekarang dianggap para ahli sangat penting karena pertambahan jumlah penderita yang cukup pesat tadi, dan hasil penanganannya juga akan lebih baik ketimbang melakukan skrining ketika perjalanan penyakit telah lanjut.

Sasaran pendeteksian adalah anak-anak dengan gejala yang dicurigai, pasangan usia subur serta ibu hamil sebagai syarat pemeriksaan prenatal. Deteksi dapat dilakukan sejak bayi masih di dalam kandungan karena kemungkinan lahirnya penderita dari pasangan pembawa gen sebesar 25 persen tadi.

Kalaupun harus memperhatikan gejalanya terlebih dahulu seperti pucat, gampang lemas dan sebagainya tadi, masih terlalu umum dan dapat terjadi pada banyak penyakit. Begitupun, gejala awal akan dapat terlihat ketika anak berusia 3 hingga 18 bulan.

Sebagian ahli berpendapat, bila tidak ditangani secara serius, anak-anak penderita thalasemia rata-rata hanya dapat bertahan hingga usia 8 tahun saja. Perawatan rutin berupa transfusi rutin terus menerus bisa memperpanjang harapan hidup dengan aktifitas dan kemampuan intelektual sama dengan orang normal, selain perlunya penggunaan obat untuk mengatasi penumpukan zat besi di dalam organ tadi, berupa obat Desferal yang biasa-nya diberikan lewat suntikan di bawah kulit untuk mengikat zat besi dan dikeluarkan melalui urin atau melalui infus.

Terbaru
Sekarang sudah ditemukan pula alternatif lain dari suntikan desferal tadi berupa obat oral (tablet) yang sama kemampuannya dalam mengurangi resiko gagal organ terutama jantung dengan mengurangi penumpukan zat besi tersebut.

Penemuan obat yang diberikan secara oral bagi penderita diatas usia 2 tahun ini, meski masih cukup mahal, paling tidak dapat memberikan harapan baru bagi penderita thalasemia yang selama ini mendapatkan tindakan terapi dengan cara-cara kurang menyenangkan tersebut, sementara menurut banyak ahli di negara maju, tindakan penatalaksanaan terbaik justru ada pada cara cangkok sumsum tulang dimana jaringan sumsum tulang penderita diganti dengan sumsum tulang donor yang cocok dari anggota keluarga, namun kenyataannya masih cukup sulit untuk dilakukan.

Sumber :  dr. Daniel Irawan
Jumat, 01 Februari 2013

“Masa depan adalah milik mereka yang mempercayai keindahan mimpi - mimpinya” Eleanor Roosevelt . Setiap insan pasti memiliki tekad keinginan atau mimpi untuk sesuatu yang diinginkan atau dimimpikannya tercapai. Untuk mencapai keinginan tersebut tidaklah sedikit orang yang awalnya selalu berpikiran pesimis, putus asa dan negative thinking. Termasuk keinginan dalam hal menata keuangan, tidak sedikit orang yang kesulitan dalam menata kekuangannya. Seseorang yang yang telah berpikir kedepan pasti mempercayakan masa depannya dalam hal ini masalah keuangan pada salah satu lembaga keuangan. Nah Anda harus pandai dalam memilih lembaga keuangan untuk mempercayakan keuangan Anda pada mereka. 

Mengapa memilih Bank Mandiri ???

Bank Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini adalah salah satu bagian perusahaan perbankan yang mendapat program restrukturisasi perbankan oleh pemerintah indonesia pada tanggal 2 Oktober 1998. Bank Mandiri  lahir dari gabungan empat bank yang disatukan, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Dengan slogan “Terdepan, Terpecaya, Tumbuh Bersama Anda”. Bank ini selalu melakukan inovasi untuk memberikan layanan terbaik pada nasabahnya, terbukti dengan fasilitas yang mereka tawarkan mulai dari mandiri internet banking, mandiri sms banking, call center dan masih banyak fasilitas menarik lainnya. 

Bank mandiri memberikan kemudahan bagi setiap nasabahnya untuk melakukan berbagai macam transaksi keuangan dengan mudah. Dengan jaringan Bank Mandiri yang terkenal luas dan menjangkau setiap wilayah baik kota maupun kabupaten di Indonesia, Bank Mandiri menawarkan kemudahan untuk setiap traksaksi. Tak harus antri ke bank untuk penarikan rekening, cukup ke lokasi ATM bank mandiri terdekat atau lakukan transaksi di mesin ATM berlogo ATM Bersama. Bagi anda yang suka berbelanja, anda bisa melakukan transaksi pembayaran menggunakan Kartu Kredit Mandiri yang bisa digunakan di toko-toko yang bekerjasama dengan Bank Mandiri.


Apa saja yang ditawarkan Bank Mandiri ?

Sebagai lembaga keuangan milik pemerintah Bank Mandiri senantiasa berusaha memenuhi tuntutan kebutuhan nasabahnya dengan standar layanan internasional melalui penyediaan solusi keuangan yang inovatif dan responsive. Selain itu, Bank Mandiri memiliki komitmen untuk membangun hubungan jangka panjang yang didasari atas kepercayaan baik dengan nasabah bisnis maupun perseorangan untuk mewujudkan pertumbuhan dan kesuksesan bagi nasabahnya.  Olehnya itu, Bank Mandiri memiliki produk-produk jasa layanan perbankan yang dapat mewujudkan setiap keinginan nasabahnya yaitu : 

Mandiri KTA

Anda ingin meminjam uang tanpa jaminan? Anda dapat menggunakan jasa layanan ini. Mandiri KTA ini merupakan kredit perseorangan tanpa agunan dari Bank Mandiri untuk berbagai macam keperluan yang diberikan kepada calon debitur yang telah memenuhi persyaratan. Layanan ini cocok untuk mereka yang memerlukan dana pendidikan, modal nikah, uang muka kredit barang, biaya untuk liburan dll. Dimana layanan ini memanjakan Anda untuk berhasil dengan bantuan yang hebat. Selengkapnya baca disini

Mandiri KPR

Layanan  Bank Mandiri ini mengakomodir kebutuhan nasabah dalam hal pembelian rumah tinggal, apartemen atau ruko. Untuk Anda yang sedang merencanakan pembelian maupun pembangunan rumah  Mandiri KPR bisa jadi solusi untuk mewujudkan keinginan Anda. Dengan suku bunga kompetitif, proses yang cepat dan mudah, serta jangka waktu yang fleksibel, keamanan sertifikat Anda-pun dijamin aman sampai kredit Anda lunas. Tak hanya sampai  disitu, Mandiri kpr juga menyediakan perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran yang proses pencairannya mudah. Selengkapnya baca disini.

Mandiri Tabungan

Layanan ini adalah solusi bagi Anda yang ingin menabung dengan mendapatkan keuntungan. Terbukti layanan Mandiri Tabungan ini selalu menyelenggarakan program undian berhadiah Mandiri Fiesta secara rutin dengan memberikan hadiah terbesar. Tidak Hanya itu, Bank Mandiri selalu menyediakan fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi Anda untuk bertransaksi seperti Mandiri SMS, Mandiri Internet dan Mandiri Call. Selengkapnya baca disini.

Mandiri Tabungan Rencana

Layanan ini memberikan solusi Bagi Anda yang sedangan merencanakan masa depan yang lebih baik. Dengan Mandiri Tabungan Rencana, Anda mendapat perlindungan asuransi dengan gratis (premi asuransi dibayar Bank Mandiri), plus bunga yang relatif lebih tinggi. Mandiri Tabungan Rencana dirancang agar keinginan Anda di masa depan dapat terwujud, tanpa ada halangan apapun. Selengkapnya baca disini.

Mandiri Kartu Kredit

Layanan ini disediakan untuk Anda yang gemar berbelanja. Kartu serbaguna ini dapat berfungsi sebagai kartu ATM sekaligus Debit. Selengkapnya baca disini.


Produk-produk jasa layanan diatas membantu dan mempermudah Anda untuk memberikan solusi dalam memenuhi segala keinginan finansial Anda. Tunggu apa lagi, ayo buruan nabung di Bank Mandiri !!!! Do Not Say it is impossible untuk mewujudkan mimpi AndaOleh karena itu semua keinginan Anda menjadi sangat mungkin terwujud bersama Bank Mandiri. Berikut adalah video/TVC seputar Bank Mandiri, semoga informasi yang saya berikan ini bermanfaat bagi Anda.


"Apapun keinginan Anda, Bank Mandiri saja”

Tentukan Pilihan Anda sekarang untuk menggapai mimpi dan masa depan yang cerah.

Tulisan yang saya buat ini untuk mengikuti lomba blog yang diadakan oleh www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri yang ke-14. Tulisan ini adalah murni karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan. Sekian dan terima kasih.

Info lomba kontes blog di sini


Translate

Kalender


About Me

Foto Saya
Afra_Rosmawati., Apt
Kalimantan Timur, Sangatta, Indonesia
Sederhana, simple, ga banyak ngomong, romantis tapi sedikit cuek ^_~
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan

Twitter

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut