Jumat, 16 November 2012

Ternyata kelainan mental itu bukan saja di dominasi oleh orang gila atau sering disebut dengan tidak waras. Orang-orang yang kelihatan normal di kehidupan nya sehari-hari ternyata bisa juga menderita kelainan jiwa (Wow...) Lalu apa saja kelainan mentan yang diderita tetapi jarang terlihat oleh orang-orang sekitarnya?

Ablutomania: maniak untuk mencuci tangan
Penderita Ablutomania menginginkan semuanya serba higienis. Apabila tangan nya terkena kotoran sedikita saja, maka dirinya akan cepat-cepat mencuci tangan nya.

Trichotillomania : hasrat untuk menjambak rambutnya sendiri
Kelainan ini disebut juga dengan 'trich'. Penderitanya mempunyai keinginan sangat besar untuk mencabuti rambut dan bulu-bulu. Termasuk bulu di muka (seperti kumis, jenggot, rambut, dan sebagainya) sampai bulu di badan (seperti bulu dada, bulu ketiak, dan sebagainya)

Aboulomania: gangguan mental sulit menentukan keputusan
Orang penderita kelainan ini sangat susah membuat keputusan bahkan terhadap hal-hal yang sangat kecil sekalipun. Contoh: warna buku tulis apa yang dikehendakinya, atau warna pulpen, dan sebagainya.
 
Enosimania : kepercayaan yang konstan bahwa dirinya berdosa
Penderitanya percaya bahwa dirinya telah melakukan dosa yang tidak termaafkan dan karena ketakutan nya penderita Enosimania cenderung mempunyai nafas pendek dan cepat, detak jantung tak teratur, berkeringat, mual mual dan penuh dengan rasa ketakutan.

Onomatomania : obsesi untuk mengulang kata kata
Terobsesi untuk mengulang kata-kata yang sama dan berkali-kali

Demonomania : percaya dimasuki roh jahat
Demonomania selalu merasa dirinya suka kerasukan roh jahat dan merasa dirinya terganggu olehnya. Mungkin kebanyakan nonton film-film atau terlalu banyak main dukun-dukunan kali ya, haha

Clinomania : obsesi untuk tetap di tempat tidur
Penderita ini selalu tidak bisa lepas dari tempat tidur. Keinginan untuk berada di atas tempat tidur besar sekali. Wah, kelihatan nya banyak orang-orang yang menderita Clinomania ya terutama pada saat cuaca mendung. Rasanya, susahhhh banget mata ini untuk melek dan bangun dari tempat tidur.

Cartocacoethes : obsesi melihat peta
Terobsesi untuk melihat peta adalah ciri-ciri penderita Cartocacoethes. Sering sampai makanan dan minuman mereka juga dijadikan gambar seperti peta sangking besarnya keinginan mereka untuk melihat peta.

Gamomania : Obsesi melamar
Mungkin kelainan ini yang diderita oleh para playboy kali ya, sehingga mereka senang untuk melamar beberapa cewek sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan, hhahahahaha krenn tuh :)

Doromania : obsesi untuk memberikan hadiah
Doramania mempunyai obsesi untuk memberikan hadiah kepada orang tertentu sehingga dia nya tidak sungkan-sungkan untuk menjual harta atau pinjam ke orang lain hanya untuk memberikan hadiah kepada orang yang ditujunya. Pemberian nya juga tidak tanggung-tanggung, bisa dari yang kecil seperti pulpen sampai yang besar seperti sebuah mobil atau rumah. Wah, banyak yang mau jadi teman nya kali ya, siapa tau kelempar mobil atau rumah gratisan.


Nahh Loooo yang mana neh ??? apakah anda termasuk salah satu di atas ?
 http://terselubung.blogspot.com/2010/09/10-kelainan-mental-yang-aneh.html

Sumber :

 
Sabtu, 13 Oktober 2012
Kangen kota jogja, kurang lebih setaon banyak kenangan disana...orang2x pada ramah, ingat RM SS (serba sambal) ingat RM Huhaaaaaa, Bakso idola, wah kalau disebutin satu2 bakal ga muat disini hehehe...


Kelompok PBLku paling heboh...mba nevil, bu lurah (mba rani), mas riza, mas frenky, mba mina...aku aj yang paling muda disitu xixxxixii

Senin, 08 Oktober 2012
Alhamdulilah....alhamdulilah....alhamdulilah terima kasih ya Allah atas karunia yang Engkau berikan.

Hampir setaon duduk dibangku kuliah lagi ntuk mengejar cita2 menjadi seorang apoteker muda :), perjalanan yang cukup panjang buat saya menempuh pendidikan profesi ini, keinginan buat lanjutin ke Magister seh ada, tapi ngumpulin dana  dulu, dan tentunya minta restu dlu sama suami dan orang tua. Senengnya penyumpahan apoteker kemarin 8 September 2012 di JEC, Yogyakarta ditemani sang suami dan salah seorang sahabat saya, rasa sedih pastilah ada karena orang tua gak mendampingi :'( but thank's ya Rabb



 Saya berharap kalian bisa seperti saya bahkan lebih dari saya..."kalau yang lain bisa kenapa kita gak" betul gak ???  KEJAR MIMPIMU ok

Selasa, 18 September 2012

Lima tahun yang lalu, kecelakaan telah m...erenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras.

Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat!

Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ya Alloh..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie.

Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya … Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya … Saya minta maaf Ayah … “

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku … tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur.

Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal…. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, Ayah”. Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu…..

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin,dan hari raya idul fitri pun telah tiba. tapi astagfirulloh, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bias menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, Ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”

Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakana ….

Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur……

‘Ibu sayang’, Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Ibu, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya.

Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi ibu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat ibu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ….

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, Untuk para istri, yang telah dianugerahi seorang suami yang baik atau untuk calon ibu atau bapak, yang penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, membimbingmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.

Translate

Kalender


About Me

Foto Saya
Afra_Rosmawati., Apt
Kalimantan Timur, Sangatta, Indonesia
Sederhana, simple, ga banyak ngomong, romantis tapi sedikit cuek ^_~
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan

Twitter

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut