Rabu, 23 Januari 2013

Sistem peredaran darah kita dapat mengalami gangguan oleh penyakit atau kelainan bawaan (faktor genetis), baik pada darah maupun pada alat-alat peredaran darah. misalnya penyakit anemia, hemofilia, varises, dan jantung koroner. Dapatkah kamu menyebutkan contoh lainnya? Dari berbagai macam penyakit yang mengganggu sister peredaran darah kita, dapatlah dikelompokan menjadi 2, yaitu:
1.    Kelainan pada darah, antara lain: anemia, thalasemia, leukimia, dan hemofilia.
2.    Kelainan pada pembuluh darah dan jantung, antara lain: varises, angina, dan jantung koroner.
Apa penyebab dan bagaimana dan gejala dari gangguan-gangguan tersebut? Mari pelajari uraiannya berikut ini.

ANEMIA
Anemia sering disebut sebagai penyakit kurang darah. pengertian tersebut sebenarnya kurang tepat, sebab anemia ditemui juga pada seseorang yang mempunyai jumlah sel darah merah normal, namun ternyata jumlah hemoglobin dalam setiap sel darah merahnya kurang. Jadi, anemia sebenarnya adalah penyakit akibat kekurangan hemoglobin di dalam darah.
Penyebab anemia dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kandungan hemoglobin dalam eritrosit, kurangnya jumlah eritrosit dalam darah, dan atau kurangnya volume darah dari volume normal. Kekurangan hemoglobin ini menyebabkan kemampuan darah mengikat oksigen menjadi rendah . 
Anemia juga dapat terjadi jika tubuh seseorang terluka dan mengeluarkan banyak darah, misalnya skibat kecelakaan. Kekurangan darah ini dapat diatasi dengan transfusi darah. Anemia juga dapat terjadi karena kekurangan ion besi, atau kekurangan vitamin B12 (yang membantu pematangan sel darah merah), anemia ini disebut anemia pernisiosa. Anemia jenis ini dapat diatasi dengan pemberian vitamin B12 atau mengkonsumsi makanan sumber zat besi.
Ada jenis anemia yang bersipat genetis dan mematikan, yaitu  thalasemia dan sickle cell anemia (anemia sel sabit). Apakah perbedaan antara keduanya? Thalasemia disebabkan kegagalan pembentukan hemoglobin akibat kerusakan gen globin. Sedangkan anemia sel sabitdisebabkan adanya eritrisit yang berbentuk bulan sabit.
Anemia pada ibu hamil dan menyusui dapat diatasi atau dicegah dengan mengkonsumsi makanan sumber zat besi dan vitamin B12, seperti susu, telur, hati ayam dan hati sapi.

THALASEMIA
Thalasemia adalah penyakit anemia hemolitik atau kondisi kelainan genetika dimana tubuh tidak mampu memproduksi globin, suatu protein pembentuk hemoglobin. Kalaupun penderita thalasemia mampu memproduksi eritrosit, biasanya usia sel darahnya lebih singkat dan lebih rapuh atau lebih mudah rusak. Penyakit ini bersipat genetis, artinya diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya,secara resesif.
Secara klinis thalasemia dibedakan menjadi 3 tingkatan sesuai beratnya gejala klinis, yaitu thalasemai mayor, thalasemia intermedia, thalasemia minor atau troit (pembawa sifat). Batas di antara tingkatan tersebut sering kurang jelas. Namun gejala dari ketiga tingkatan thalasemia tersebut dapat diperkirakan.yaitu sebagai berikut:
Thalasemia mayor (Thalasemia homozigot)
Penderita thalasemia ini mengalami anemia berat, mulai umur 3-6 bulan setelah lahir dan tidak dapat hidup tanpa di tranfusi. Ini dapat berakibat fatal, karena efek samping dari tranfusi darah yang terus menerus yaitu berupa kelebihan zat desi (Fe). Hati dan limpa mengalami pembesaran akibat penangkapan dan penghancuran sel darah merah yang rusak secara berlebihan. Bahkan limpa yang membesar tersebut dapat menghancurkan sel darah merah yang belum rusak.
Salah satu ciri fisik dari penderita thalasemia adalah kelainan tulang yang berupa tulang pipi masuk ke dalam dan batang hidung menonjol(disebut gacies cooley), penonjolan dahi dan jarak kedua mata menjadi lebih jauh, serta tulang menjadi lemah dan keropos. Pertumbuhan gigi pun biasanya buruk. Gejala lain yang tampak ialah anak lemah, pucat, perkembangan fisik tidak sesuai umur atau berat badan kurang. Dan perut membuncit. Jika penderita tidak sering mendapat tranfusi darah, kulit akan menjadi kelabu serupa dengan besi akibat penimbunan besi  dalam jarinagn kulit.


Thalasemia intermedia. Penderita thalasemia tingkat ini kedaan klinisnya lebih baik atau gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan penderita thalasemia mayor. Gejala anemia tergolong sedang. Gejala perubahan bentuk wajah seperti pada thalesemia mayor dan gambaran kelebiahan beban besi, baru nampak pada masa dewasa.
Thalasemia minor atau troit (pembawa sifat).
Penderita thalasemia ini umumnya tidak memiliki gejala klinis yang khas, hanya ditandai oleh anemia mikrositin atau anemia ringan.

Dapatkah thalasemia dicegah atau diobati?
Untuk mencegah terjadinya thalasemia pada keturunan atau anak, pasangan wanita dan pria yang akan menikah perlu menjalani tes darah, baik untuk melihat nilai hemoglobinnya maupun melihat profil sel darah merah dalam tubuhnya.
Peluang untuk sembuh dari thalasemia memang masih tergolong kecil karena dipengaruhi kondisi fisik, ketersediaan darah donor dan biaya. Untuk bisa bertahan hidup, penderita thalasemia memerlukan perawatan yang rutin, seperti melakukan tranfusi darah teratur untuk menjaga agar kadar Hb di dalam tubuhnya normal yaitu  12gr/dL (gram per desiliter), dan menjalani pemeriksaan ferritin serum untuk memantau kadar zat besi di dalam tubuh.
Penderita thalasemia juga diharuskan menghindari makanan yang diasinkan atau diasamkan dan produk fermentasi. Karena makanan tersebut dapat meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Salah satu cara untuk mengobati thalasemia adalah dengan transflantasisumsum tulang dan teknologi sel punca (stem cell). Pada tahun 2009, seorang penderita thalasemia dari india berhasil sembuh setelah memperoleh ekstrak sel punca dari adiknya yang baru lahir.
LEUKIMIA (KANKER DARAH)
Leukimia (kanker darah) adalah gangguan pada sistem peredaran darah dimana jumlah sel darah putih (leukosit) jauh diatas jumlah normal, akibat pembelahan sel leukosit yang tak terkendali. Disamping itu, sel darah puti akan menjadi ‘ganas’ karena memakan sel-sel darah merah (eritrosit), sehingga orang tersebut menjadi anemia berat.


Penderita leukimia menunjukan gejala seperti mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan pendarahan. Ada 2 tingkatan leukimia, yaitu leukimia akut dan leukimia kronis. Perbedaan di antara keduanya adalah; pada leukimia akut di tandai oleh suatu ‘perjalanan’ penyakit yang sangat cepat, memburuk, dan mematikan. Apabila penderita penyakit ini tidak segera mendapat perawatan atau di obati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu atau hari.
Sedangkan pada leukimia kronis ditandai dengan suatu ‘perjalanan’ penyakit yang tidak begitu cepat, sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari satu tahun. Leukimia dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan jenis selnya yaitu leukimia limfositik, danleukimia mielositik. Apabila pada saat pemeriksaan diketahui leukimia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid maka maka disebut leukimia limfositik. Sedangkan apabila leukimia mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil maka disebut leukimia mielositik.

HEMOFILIA
Hemofilia adalah penyakit pada darah dimana darah sulit membeku. Luka yang sedikit saja dapat menyebabkan darah akan mengucur terus sehingga penderita dapat mengalami kekurangan darah, bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyak ini bersifat menurun, diwariskan oleh orang tua kepada keturunannya. Kaum pria lebih besar kemungkinan mendapat warisan penyakit ini karena gen hemofilia menampakkan pengruhnya pada laki-laki. Sebaliknya, hemofilia bersifat mematikan sehingga anak perempuan penderita akan mati sebelum dewasa. Karena menurun penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Untuk mencegahnya, hindari perkawinan dengan orang yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan penderita hemofilia.
VARISES
Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) sehingga tampak membesar.
Penyebab varises:
1)    Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagai mana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
2)    Rusaknya katup pembuluh vena, kita ketahui bahwa katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah bekumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.

Pemicu varises antara lain adalah faktor keturunan, kehamilan, kurang gerak, merokok, terlalu banyak berdiri, menderita kolesrterol tinggi dan kencin manis, juga karena sering memakai sepatu hak tinggi. Karenanya, agar seseorang dapat terhindar dari varises atau meminimalkan resiko timbulnya varises, maka tinggalkan kebiasaan hidup yang memicu timbulnya varises. Misalnya dengan rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat, tidak merokok, dan atau meliruskan posisi kaki saat duduk. Gejala terjadinya varises:
·         Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, di ikuti otot yang mudah pegal, kaki panas, dan sakit seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
·         Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
·         Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
·         Kaki bengkak (oedema) karena adanya pembendungan darah.
·         Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berbelok-belok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.
ANGINA PEKTORIS
Angina pektoris yang dikenal sebagai Angin Duduk  merupakan suatu sindroma gangguan pada dada berupa rasa nyeri atau tertekan yang bersifat sementara, saat sedang berjalan, mendaki, sebelum atau sesudah makan. Gangguan yang menyerang jantung ini terjadi karena kurangnya pasokan oksigen akibat terganggunya aliran darah ke arteri yang mengalirkan darah ke dalammiokardium (otot jantung). Penyumbatan atau penyempitan arteri jantung yang mengakibatkan angina adalah jika penyumbatan mencapai 70%. Namn beberapa orangyang mengalami nyeri dada, terkadang memiliki arteri jantung normal. Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan komponen darah, kekurangan oksigen, adanya anemia parah, atau kebiasaan merokok.
Penderita angina biasanya laki-laki berusia diatas 50 tahun atau wanita berusia diatas 60 tahun. Beberapa lokasi di tubuh yang bisa merasakan nyeri antara lain bahu kiri atau di lengan kiri sebelah dalam, punggung, tenggorokan, rahang atau gigi, lengan kanan (kadang-kadang). Angina pektoris dapat berkembang menjadi infark miokard (serangan jantung). Apabila serangan ini datang ketika kita sedang sendiri, yang perlu dilakukan adalah jangan panik, ambil nafas dalam-dalam dan berusahalah batuk sekencang mungkin, karena hal ini dapat memberikan asupan oksigen yang dibutuhkan jantung.
Angina pektoris dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Angian klasik (stabil),Angina varian, danAngina tidak stabil. Angina klasik biasanya terjadi saat seseorang melakukan aktifitas fisik. Angina varian biasanya terjadi saat istirahat dan biasanya terjadi di pagi hari. Sedangkan angina tidak stabil tidak dapat di prediksi waktu kejadiannya, dapat terjadi saat istirahat dan bisa terjadi saat melakukan kegiatan fisik.
JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding bagian dalam dari pembuluh darah jantung (pembuluh koroner). Hal inilama kelamaan diikuti oleh berbagai prose4s antara lain seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran dan pembekuan darah pada dinding pembuluh jantung tersebut, yang semua itu akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah. menyenpitnya pembuluh darah jantung ini tentu dapat mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan angina pektoris (nyeri dada) atau bahkan hingga infark jantung ( serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
Adapun beberapa faktor penyebab penyakit jantung koroner adalah: tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol (LDL) tinggi sedangkan kolesterol HDL rendah, merokok, diabetes melitus, kegemukan (obesitas), faktor keturunan, kurang olah raga, dan stres.
Apabila terdapat dua atau lebih faktor penyebab tersebut pada diri seseorang, maka akan berlipat kali pula resiko terkena penyakit jantung koroner.
Sumber : Kahfi blog 

Rabu, 09 Januari 2013

OHO Thiazolidindion, Semakin Terbukti Menyebabkan Fraktur?
Obat OHO golongan thiazolidindion pada pasien diabetes melitus berhubungan dengan peningkatan risiko fraktur tulang terutama fraktur tulang pinggul dan tulang pergelangan tangan.
Sebelumnya, dianggap bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 memiliki densitas tulang yang lebih tinggi daripada normal, sehingga risiko kejadian fraktur lebih rendah. Namun ternyata dari penelitian yang dilakukan, diketahui terjadi peningkatan risiko fraktur, terutama pada tempat-tempat yang non-vertebra, dan ini tidak tergantung dari umur, indeks massa tubuh dan densitas tulang pada pasien–pasien diabetes ini, dan diperkirakan kejadian fraktur ini berhubungan dengan komplikasi diabetes, risiko trauma dan terutama; penggunaan obat antidiabetes.
Penelitian terbaru dilakukan oleh dr. Christoph Meier dari Boston University, Massachusetts, Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukan adalah:
  • Jumlah    : 1020 pasien dengan diabetes yang:
    • Didiagnosa fraktur oleh dokter umum di Inggris dari tahun 1994 hingga 2005
    • Umur 30-89 tahun
    • Selain itu terlibat 3728 kontrol tandingan
  • Terapi    : Pioglitazone dan rosiglitazone
  • Hasil    :
    • Pasien yang menerima resep thiazolidindion dalam rentang 12 -18 bulan, memiliki risiko fraktur 2,43 kali dibandingkan pasien yang tidak diterapi menggunakan OHO golongan thiazolidindion.
    • Para peneliti mengatakan bahwa terjadi peningkatan risiko fraktur pada pinggul dan tulang-tulang osteoporosis non-vertebra, sehingga jumlah fraktur vertebral dan iga yang terjadi terlalu rendah untuk dihubungkan dengan pemberian thiazolidindion.
    • Peningkatan risiko obat thiazolidindion: pioglitazone dan rosiglitazone tidak berbeda bermakna dalam meningkatkan risiko fraktur, dengan angka kejadian berturut-turut 2,59 dan 2,38 kali, dibandingkan dengan yang tidak diteerapi menggunakan thiazolidindion.
    • Pemberian terapi OHO thiazolidindion dalam jangka waktu pendek tidakh meningkatkan risiko fraktur. Risiko fraktur dengan terapi obat golongan thiazolidindion terlihat terutama pada pasien yang diterapi lebih dari 2 tahun.
    • Para peneliti mengatakan juga bahwa penelitian ini masih perlu dikonfirmasikan dengan penelitian terkontrol tambahan lainnya.
Dalam editorial lainnya, para peneliti juga berpendapat bahwa data-data hasil penelitian ini juga perlu dilihat dari sudut pandang lain, bahwa OHO thiazolidindion, khususnya rosiglitazone dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan OHO thiazolidindion dapat meningkatkan berat badan, berefek samping hepatotoksik, menyebabkan retensi cairan dan gagal jantung kongestif. Disamping itu juga OHO golongan thiazolidindion lebih mahal dan tidak lebih unggul dibandingan OHO lainnya.
Para ahli berpendapat bahwa hingga kini tidak ada konfirmasi dari penelitian-penelitian jangka panjang mengenai superioritas thiazolidindion dibandingkan dengan OHO lainnya dalam menurunkan hasil klinik. Oleh karena itu, OHO yang lebih tua (sulfonylurea generasi ke-2 (dan ke-3) serta metformin diberikan sebagai terapi pilihan pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2, di mana metformin tetap menjadi first line therapy.
Sumber : Pio UAD

Maksum Radji
Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi
Departemen Farmasi, FMIPA-UI, Kampus UI Depok 16424
ABSTRACT
Plants have been the chief source of compounds of medicine for thousand of years. Plants are also the source of many medicines for the majority of the world’s population. The role of biotechnology is very important for multiplying, conserving the spesies, and enhancing the production of secondary metabolites. Endophytes are microbes that inhabit plants are currently considered to be a wellspring of novel secondary metabolites offering the potensial for medical and industrial exploitation. Natural products from various endophytic microbes have been investigated. Some examples of natural products observed from endophytic microbes are antibiotics, antiviral
compounds, anticancers, antimalarial compounds, antioxidants, antidiabetics, and immunosuppressive compounds.
Key words : secondary metabolites, endophytes, genetic engineering, tissue culture
Source : Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. II, No.3, Desember 2005, 113 – 126
http://nadjeeb.wordpress.com/
Sumber : 
Selasa, 04 Desember 2012

sebelum menginjak ke pelayanan obat tanpa resep kita harus tahu terlebih dahulu apa itu obat tanpa resep???
klo obat dengan resep itu terdiri dari obat narkotika, psikotropika dan obat keras, maka obat yang dapat dilayani tanpa resep antara lain OTC yang terdiri dari obat bebas , dan bebas terbatas, berbagai supelemen makanan serta obat wajib apoteker.

Lalu manfaat apa yang diharapkan dengan adanya pelayanan obat tanpa resep dokter?
dengan adanya pelayanan obat tanpa resep dokter maka diharapkan pasien dapat melakukan upaya swamedikasi
swamedikasi=upaya mengobati diri sendiri tanpa mengunjungi dokter.
kapan seorang apotek boleh membantu pasien untuk melakukan swamedikasi ?
pada saat pasieen mengalami keluhan – keluhan ringan (minor illnes) seperti diare, nyeri, pusing, batuk, sakit maag, penyakit kulit
imagebatuk kan ada berbagai  macam, seperti batuk kering dan batuk dahak, dengan tingkat keparahan berbulan bulan. flu-pun ada yang ringan sampai yang parah (salesma). Nyeri – bisa saja merupakan gejala umum penyakit ringan tapi juga bisa sampai gejala penyakit yang lainnya

untuk itulah perlu adanya ilmu yang di miliki apoteker sehingga apoteker dapat berperan dalam memutuskan kapan pasien harus dirujuk ke dokter dan kapan pasien bisa di swamedikasi. ANtara lain adalah :

jenis batuk yang perlu di waspadai antara lain batuk berdarah, tidak sembuh-sembuh, warna sputum tidak lazim (hijau). Tindakan merujuk ke dokter
flu /salesma –batasan gejala salesma ringan ???kapan salesma harus di rujuk ke dokter?kategorinya harus dengan resep yakni saat dengan demam lama sekali tidak kunjung sembuh


nyeri juga sangat luas, pertanda gejala penyakit yang lain. untuk mengetahuinya dirujuk ke dokter atau tidak, kita harus menanyakan ke pasien lokasi nyeri dimana?pada lokasi nyeri apakah ada peradangan, bengkak, benjolan,?riwayat juga ditanyakan sesuai dengan kondisi pasien?pernah megnalami hipertensi??
sakit maag yagn sampai muntah sampai muntah darah perlu diwaspadai
diare harus diketahui secara spesifik bagaimana demamnya dan bagaimana tinjanya apakah berlendir, atau apakah ada darah, bagaimana  perubahan warna dan konsistensi. misal jika terkena penyakit kolera maka akan sering buang air besar dengan cairan yang mirip air cucian beras. klo amoeba ada lendir ada darah dan perubahan bau yang lebih tidak enak.
penyakit kulit, kita perlu melihat seperti gangguan apa kulitnya apakah hanya infeksi pada jamur atau sampai luka.

jika ternyata penyakit mengarah gejala lebih berat maka kita harus segera merujuk ke dokter dan kita dapat mengurangi gejala dengan diberikan obat symtomatis dimana obat itu bisa merupakan obat swamedikasi. seperti diary maka diberikan cairan rehidrasi.

tentang swamedikasi yang rasional. Swamedikasi dikatan rasional  apabila :
1. aspek keamanaan (efek samping, dosis tepat, kemanjuran, sesuai dengan gejala, sesuai dengan indikasi, sesuai dengan bentuk sediaan).
2. obat bukan merupakan obat yang penggunaan nya perlu dibantu tenaga kesehatan, kecuali insulin
3. aspek biaya  dalam menentukan obat sesuai degnan tarif pasien
tujuan alternatif untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. karena tidak dengan kontrol dokter perlu peran dari apoteker.



CARA MEMILIH OBAT UNTUK SWAMEDIKASI

sesuai dengan gejala yagn dirasakan, apabila demam maka diberi antipiretik, apbila nyeri maka diberi analgetik
memperhatikan kondisi khusus untuk  tiap tiap pasien misal hamil, menyusui, ada gol owa yang tidak boleh digunakan ibu hami,bayi, dan lanjut usia. pasien DM, serta pasien yang menggunaakan obat rutin harus diperhatikan interaksi obatnya.
mempertimbangkan juga riwayar alergi (reaksi obat yang tidak dikehendaki dari obat itu). misal asetosal banyak yang mengalami alergi. bagaimana mengenali alergi :
gejalanya seperti apa , klo seseorang alergi terhadap obat???gatal, merah, klo yang parah sampai bengkak, sampai sesak nafas, bisa langsung sampai pingsan.aspriin antalgin itu sering menyebabkan alergi

kita memperhatikan nama obat, khasiat, kegunaan , cara pemakaian , efek samping, dan interaksi obat yan dapat dibaca pada ietikae datau pbrsorusur.
memeilih obat yang sesuai dengan gjejala penyakit dan tidak ada interaksi obat dengan obat yang sedang diminum.
Sekarang, kita akan mengenal dan membuka wawasan kita mengenai obat – obat yang dapat dilayani tanpa resep satu persatu.

OBAT BEBAS & BEBAS TERBATAS

imageantasida, oralit , parasetamol, vitamin.
antara obat ini bisa berganti menjadi golongan obat lain. misal vitamin B kompleks klo oral obat bebas, klo injeksi obat keras, karena sediaan tidak bisa digunakan pasien, dan resiko bahaya klo digunakan sendiri.
imageada obat bebas yang naik tingkat menjadi obat bebas terbatas, seperti bodrek. Hal ini disebabkan parasetamol yang mulanya obat bebas karena dikombinasikan oleh obat lain yang termasuk golongan bebas terbatas, maka bodrek tersebut menjadi obat bebas terbatas.

ciri khas untuk obat bebas  terbatas kecuali memiliki  logo biru, dia juga dapat ditandai dengan P no 1 sampai P no 6
 imagesediaan untuk asma, yang bisa di bakar dan dihisap.


klo kita melayani obat bebas dan obat bebas terbatas kita beri informasi pasien untuk selalu menunjukkan dosis, efek samping, dan penggunaannya.

GOLONGAN OBAT WAJIB APOTEKER

OWA=obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker tanpa resep dokter dengan jumlah tertentu.
contoh:kontrasepsi—>pertama menggunakan, maka pil kontrasepsi harus dengan resep dokter. Namun pembelian kedua sampai kelima (masing –masing pembelian satu strep) tanpa resep dokter.Yang ke enam harus pakai resep lagi agar  berkonsultasi ke dokter.
asam mefenamat juga termasuk OWA yagn sering di apotek, untuk nyeri sakit gigi dengan merk dagang ponstan, mefinal.
Terramycin –antibiotik topikal boleh diberikan dengan batasan 1 tube.
kriteria obat menjadi OWA (PERMENKES No.919/MENKES/PER/X/1993) :

image
Tidak IK for pregnan, kid<2th 65="65" geriatik="geriatik" p="p" th="th">
swamedikasi tanpa resiko pada kelanjutan penyakit
non health equitment must be helped by health medicine
for hight prevalensi disease in indonesia
rasio khasiat keamanan dapat dipertangung jawabkan ukt pengobatan sendiri


obat yang masuk kriteri wajib apotek :
DAFTAR OWA NO 1
DAFTAR OWA NO 2
DAFTAR OWA NO 3
imageharus dicermati , terkadang ada obat tertentu, yagn awalnya  ditetapkan sebagai daftar owa 1, bisa saja dikeluarkan kembali menjadi obat keras. atau malah menjadi obat bebas terbats.

KEWAJIBAN APOTEKER DALAM OWA CARE

memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien yang disebut dalam OWA yang bersangkutan
membuat catatan pasien serta obat yang telah diserahkan
memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakai, KI, efek samping, dan hal yang perlu diperhatikan pasien lainnya

informasi yagn diberikan secara rinci :
apoteker menerangkan dengan jelas khasiat obat sesuai atau tidak dengan indikasi atau gangguan kesehatan yagn dialami pasien. Misal sekian jam harusnya demam turun, nyeri berkurang. klo sampai tidak berkurang harus di rujuk ke dokter
kontrakindikasi misal apakah pada ibu hamil dan menyusui bisa digunakan??hal ini agar pasien menyadari tentang siapa yang boleh menggunakannya berbahanya
kemungkinan gejala efek samping yagn mencul.misal CTM efek samping mengantuk,

cara pemakaian rute bagiamana? frekuensi?, ditelan?, atau dioleskan, atau dimasukkan ke anus atau sebagaimanya.
dosis sesuai dengan kondisi pasien
waktu pemakain sebelum atau sesudah , makan atau selama makan
lama penggunaan
pantangan makan atau tidak boeluh minum obat ternteu bersama
jika lupa memakai obat hal yang harus dilakukan
cara penyimpanan obat

beberapa permasalah yagn sering terjadi di masyarakat yang terkait dengan swamedikasi :
membeli obat resep tanpa resep /beli bebas—misal membeli amoxixilin tanpa resep.
permasalahannya adalah apotek yang melayani obat( harus dengan resep) tapi diberikan tanpa resep adalah permasalahan yang dipicu oleh UANG…MASYAALLAH…..
pasien pun kurang edukasi atau malah karena apotek memberikan maka dia tidak tahu bahwa obat ini harus menggunakan resep, sehingga dia sudah tahu klo sakitnya ini, darpida ke dokter harus mbayar, maka lebih baik langsung nembung ke apotek.
dan dokter pun sering melayani obatnya sendiri ke pasien.

solusi ?sistem asuransi??apakah bisa sistem asuransi menyelsaikan permasalahan ini ??
di thailand apotek yang mempunyai privat apotek swasta sangat jarang, karena semua dokter praktek di rumah sakit. sehingga pasien priksa ke dokter langsung dapat obat di apotek di rumah sakit itu.
di indonesia pemerintah menetapkan kelompok diagonsis, berdasarkan keparahan penyakitnya. kelompok 1 biaya x, kelompok 2, biaya lebih rendah dari x, kelompok 3 lebih rendah lagi dari kelompok 2.
imagepermasalahan lainnya adalah meminta kopi resep untuk penggunaan ulang padahal tidak ada iterasi karena pertimbangan ekonomi. Kopi resep wajib diberikan klo ada pengulangan. padahal diresep g ada, tapi apoteker memberikan.
peraturan klo apoteker melayani pasien dengan kopi resep yagn harus dilihat adalah det dan net det

apoteker juga bersaing dengan toko obat dan toko lainnya yang menjual obat – obat ini dengan sangat bebas. contoh obat keras yagn sering dibeli tanpa resep ":dexamethasone; captopril dan glibenklamide—>sigunakan pasien penyakit kronis. perlu dilakukan cek ulang idealnya apakah pasien membutuhkan obat yang sama atau tidak, amoxycillin—>masyarakaat sudah mulai mengenal antibiotik untuk mengobati radang, acyclovir,omeprazole, ketokonozale, imodium (diary ), voltadek Na diklorofenak dan postan  berisa asam mefenamat ,supertetra—tetrasiklin –untuk binatang yagn disayanginya misal ayam jago yang diadu.

ketidak rasional swamedika di praktek
penggunakan antibotik untuk kasus ringan
jumlah obat yang kurang , supertetra 3, FG troches 2, padahal minimal 3 hari
penggunaan obat yang relatif aman secara berlebihan-=keluhan kecil segera minum obat , vitamin, analgaesi digunaknsecara berlebihan
penggunana obat herbal yagn tidak aman dan tberlebihan . biasnyanya iming-iming iklan televisi
¢Menggunakan obat-obat yang mengandung lebih dari satu zat aktifnya secara berulang-ulang.
menggunakan beberapa obat dengan zat aktif yagn sama.
menggunakan obat – obat yagn maahal (bermerek) karena persepsi masyarakat obat yang lebih mahal itu lebih manjur.

peran apoteker dalam  swamedikasi
mencegah drug related problem –>rasionalitas obat.
menjadmin kemaanam penggunana obat
optimlasiasi pengugnana obat
mencegah penyalaahng uananan
menjamin ketsersedian dan keterjangkuan
-Edukasi
¢Peran apoteker sangat penting dalam swamedikasi à menjamin bahwa masyarakat mendapatkanobat yang benardigunakan secara tepat, dan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dan efek samping yang minimal
¢

Sumber : http://itheng.blogspot.com/2011/04/pelayanan-obat-tanpa-resep-obat-wajib.html

Translate

Kalender


About Me

Foto Saya
Afra_Rosmawati., Apt
Kalimantan Timur, Sangatta, Indonesia
Sederhana, simple, ga banyak ngomong, romantis tapi sedikit cuek ^_~
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan

Twitter

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut